Google mengumumkan peluncuran platform komputasi awan di wilayah Tokyo, menambahkan rangkaian platform yang telah diluncurkan sebelumnya, salah satunya di Taiwan. Melalui Tokyo, kini Google Cloud Platform telah tersedia di enam zona di Asia.
Pada wilayah Asia-Pasifik, Google juga berencana untuk menghadirkan platform ini di wilayah baru di Mumbai, Singapura, dan Sydney selama proses pengembangan di tahun 2017 mendatang. Selain Asia-Pasifik, Google juga akan menghadirkan platform ini di wilayah baru di Amerika Serikat, Finlandia, Jerman, Inggris dan Brazil.
Secara keseluruhan, kini Google menawarkan pilihan kepada pengguna di antara enam wilayah dengan tiga zona ketersediaan, yang tersebar di seluruh Amerika Serikat, Eropa dan Asia. Setelah ketiga wilayah tersebut aktif secara online pada tahun depan, Google akan menawarkan Cloud Platform miliknya di 14 wilayah di seluruh dunia.
Namun, jumlah platform Google ini dinilai masih belum mampu menyamai jumlah lokasi pusat data yang dimiliki kompetitornya, seperti yang telah ditawarkan oleh AWS milik Amazon dan Microsoft Azure.
Selama beberapa tahun terakhir, Google berinvestasi dalam jumlah besar pada inti jaringannya untuk mendistribusikan data antara wilayah di Asia dan seluruh dunia.
Kehadiran pusat data lokal akan mengurangi latensi untuk pengguna di wilayah tertentu, contohnya Jepang, sebesar 50 hingga 85 persen, jika dibandingkan dengan proses distribusi konten yang sama dari pusat data di wilayah lebih jauh seperti di Taiwan.
Platform untuk wilayah Jepang menawarkan hampir seluruh layanan inti dari Cloud Platform. Layanan tersebut di antaranya Compute Engine dan Cloud Storage, serta database Google dan layanan analitik seperti Cloud Datastore, CLoud Dataflow, CLoud SQL dan sebagainya.
Semoga Artikel tersebut bermanfaat bagi pembaca..Salam Otomotif..!!
No comments:
Post a Comment