Setelah kejadian meledaknya roket Falcon 9 bulan lalu, SpaceX mengatakan akan meluncurkan kembali roket Falcon 9 pada bulan November ini.
Sayangnya, peluncuran tersebut harus ditunda hingga bulan Desember mendatang. Hal tersebut dikarenakan pihak SpaceX harus memperbaiki beberapa masalah pada roket Falcon 9 sehingga tidak lagi meledak saat diluncurkan.
Kepada CNBC, CEO SpaceX, Elon Musk, mengatakan peristiwa meledaknya roket Falcon 9 sangat mengejutkan SpaceX. Peristiwa tersebut bahkan diklaim sebagai yang pertama kalinya terjadi di sejarah penerbangan roket luar angkasa.
Musk juga mengatakan permasalahan pada roket Falcon 9 memang sangat kompleks sehingga SpaceX membutuhkan waktu untuk menganalisanya. Namun Musk mengklaim pihaknya telah mengetahui sumber permasalahan meledaknya roket Falcon 9 bulan lalu.
Menurut Musk, meledaknya roket Falcon 9 disebabkan oleh reaksi tidak terduga antara oksigen cair dengan material karbon fiber yang ada di dalam tanki bahan bakar roket.
Seperti roket pada umumnya, Falcon 9 memanfaatkan pembakaran antara kerosin dengan oksigen disimpan di dalam roket. Hal tersebut dilakukan karena di luar angkasa tidak terdapat oksigen sehingga Falcon 9 harus membawa oksigennya sendiri.
Agar bisa mengangkut banyak oksigen, SpaceX mendinginkan oksigen pada tanki bahan bakar hingga berbentuk cairan. Tampaknya, okisgen tersebut terlalu dingin dan akhirnya menjadi padat sehingga memicu reaksi dengan pembatas karbon di tanki bahan bakar roket Falcon 9.
Pembatas karbon tersebut memisahkan antara oksigen dengan helium. Ketika oksigen dan pembatas karbon bereaksi, helium otomatis akan bercampur dengan oksigen dan akhirnya menyulut ledakan.
Saat ini SpaceX sedang berusaha mempersiapkan roket Falcon 9 untuk diluncurkan bulan Desember mendatang. Meski demikian, hingga saat ini masih belum ada pemberitahuan kargo apa yang akan dibawa oleh roket tersebut nantinya.
sekian dulu tentang info Roket falcon 9..Salam Otomotif!!
No comments:
Post a Comment